Sabtu, 28 Agustus 2010

Teknik dasar menjadi Dirigen

TEKNIK DASAR MENJADI DIRIGEN
Dalam masa sekarang ini, seorang dirigen sangat diperlukan untuk mengajar sebuah paduan suara baik di gereja maupun di luar gereja. Karena itu bagi para pemula yang ingin bisa menjadi seorang dirigen yang baik, ada baiknya para pemula untuk mengetahui dasar-dasar menjadi seorang dirigen. Berikut ini pokok pembahasan dalam teknik dasar menjadi dirigen: pertama, seorang dirigen harus mengetahui teori dasar musik. Kedua, seorang dirigen memiliki pengetahuan awal seorang dirigen. Ketiga, seorang dirigen harus dapat memberikan aba-aba dasar dengan benar. Keempat, seorang dirigen harus tahu cara bernapas yang baik.

Seorang Dirigen Harus Mengetahui Teori Dasar Musik

Teori dasar musik merupakan sesuatu yang harus diketahui oleh seorang seniman musik termasuk dirigen. Teori dasar musik ini akan membantu seorang dirigen dalam mengerti dalam memimpin sebuah paduan suara. Seorang dirigen mampu menjelaskan pengertian tentang musik. Dalam teori musik terdiri dari beberapa bagian seperti unsur-unsur nada, elemen waktu dan ritme.

Pengertian Musik

Musik pernah dikatakan sebagai bahasa kesatuan umat manusia. Musik juga bisa diartikan sebagai sarana yang indah untuk mengungkapkan perasaan kagum kepada Sang Pencipta, Penebus, Penyelamat, Pelindung, Penolong.1 Sedangkan menurut orang lain musik adalah “Cetusan ekspresi isi hati.” Cetusan tersebut dinyatakan dalam bentuk bahasa bunyi. Sedangkan ekspresi isi hati dinyatakan melalui suara manusia (musik vokal) dan alat musik (musik instrumental). Unsur pokok musik adalah irama, melodi dan harmoni.2

Unsur-unsur Nada

Unsur-unsur nada yang pertama adalah tinggi rendahnya nada yang menunjukkan ketinggian atau kerendahan dari sebuah bunyi nada. Dalam prinsip fisika, jika nada bergetar lebih cepat maka suara yang dihasilkan akan tinggi dan jika nada bergetar lebih lambat makan nada yang dihasilkan akan lebih rendah. Kemampuan manusia untuk menangkap suara-suara rendah hanya mencapai 16 getaran perdetik. Sedangkan kemampuan manusia untuk menangkap suara-suara tinggi hanya mencapai 20000 getaran perdetik. Alat yang memiliki getaran hampir seperti itu hanya piano saja dan getarannya dari 30 getaran perdetik sampai 4000 getaran perdetik.3
Unsur nada yang kedua adalah durasi atau yang disebut panjang pendek nada. Inti permasalahan bagi keanekaragaman dalam panjang pendek nada adalah semua nada-nada musikal. Sebuah nada dapat diperpanjang dengan mempergunakan keanekaragaman terpanjang waktu. Panjang pendek nada menjadi salah satu dasar dari ritme.4
Unsur nada yang ketiga adalah intensitas atau yang disebut keras lemah nada. Tingkatan kekerasan dan kelembutannya nada-nada ada beragam. Kekerasan atau kelembutan nada tergantung pada amplitudo, resonansi dan jarak. Amplitudo adalah lebar getar atau simpang getar yang dibuat oleh sumber bunyi. Sedangkan resonansi adalah ikut bergetar sejalan getaran sumber bunyi. Jarak yang dimaksudkan di sini adalah dekat jauhnya sumber bunyi dengan pendengar atau penerimannya.5
Unsur nada yang keempat adalah warna suara. Warna suara ada dua macam yaitu suara manusia dan suara alat musik. Setiap nada musikal memiliki ciri khas masing-masing, unsur ini membedakan antara suara piano, biola, gitar, organ dan suara manusia.6 Hal yang membuat suara atau bunyi itu berbeda ada beberapa macam, diantaranya adalah dari sumber bunyi, resonansi, pengantar (zat), dan macam-macam teknik memainkan alat musik7
Keempat unsur-unsur dari nada dan keanekaragaman di dalam setiap unsur yang digabungkan untuk menghasilkan keanekaragaman terbaik dalam seni musik. Nada-nada musikal dapat berjarak dari tinggi ke rendah, panjang kependek, keras kelemah dan mempunyai kualitas-kualitas atau warna-warna yang berbeda.8

Elemen Waktu

Elemen waktu terdiri dari tiga bagian. Bagian yang pertama adalah tempo. Tempo dalam bahasa Inggris berarti kecepatan.9 Sedangkan di dalam bahasa Italia berarti waktu, sedangkan di dalam musik, tempo menunjukkan kecepatan. Sebuah lagu dapat bergerak dengan kecepatan sangat cepat, cepat, sedang, lambat dan dalam beberapa tingkatan yang lain. Berikut adalah beberapa istilah untuk menunjukkan cepat lambatnya lagu: presto (sangat cepat), allegro (cepat), vivace (hidup), moderato (kecepatan sedang), andante (agak lambat), adagio (lebih lembut dari andante), lento (lambat), largo (sangat lambat).10
Bagian yang kedua adalah ketukan-ketukan. Serangkaian ketukan-ketukan yang bergerak teratur, saat kita membayangkan musik. Jika tempo menjadi lebih cepat, terjadilah denyut-denyut yang lebih banyak dan jika tempo lebih lambat maka jarak waktu diantara ketukan-ketukan atau denyut-denyut itu lebih panjang. Hal ini dapat ditunjukkan secara diagromatik.
Tempo cepat : • • • • • • • • • • • • • • • •
Tempo lambat : • • • •
Musik tidak selalu bergerak terus menerus pada suatu kejadian atau langkah yang teratur. Ia dapat melambat atau semakin cepat. Riterdando adalah gerakan berangsur-angsur melambat dari tempo semula, sedangkan accelerando adalah gerakan berangsur-angsur meningkat dari tempo semula.11
Bagian yang ketiga adalah meter. Seandainya kita mendengarkan suatu rangkaian denyut-denyut yang teratur, seperti detik-detik dari sebuah jam dan memikirkannya menjadi kelompok dua-dua, tiga-tiga atau empat-empat dengan begitu kita dapat membatasi denyut-denyut. Meter dapat dikatakan sebagai birama yang membatasi antar beberapa ketukan yang berulang-ulang dengan dua garis vertikal. Contoh: │• • • •│• • • •│• • • •│• • • •│12

Nada, Titiknada dan Garis-garis Paranada

Bunyi-bunyian dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak. Di antara bunyi-bunyi tersebut ada bunyi yang teratur dan bunyi yang tidak teratur. Bunyi yang teratur itu dinamakan nada, yang artinya memiliki bilangan getar (frekuensi). Tinggi rendahnya nada tergantung dari besar kecilnya frekuensi tersebut. Dalam musik, tinggi rendahnya dan panjang pendeknya nada dapat ditunjukkan dengan tanda yang disebut titiknada atau not. Dalam musik internasional digunakan tujuh titiknada pokok, yaitu C D E F G A B. Titiknada-titiknada itu ditempatkan pada garis-garis paranada. Garis-garis paranada terdiri dari 5 garis vertikal yang sejajar dan sama jaraknya.
Garis ke-5 ————————————————————
Garis ke-4 ————————————————————
Garis ke-3 ———————————————————— Garis-garis paranada
Garis ke-2 ————————————————————
Garis ke-1 ————————————————————

Tujuh titiknada tersebut akan berada di dalam dan diantara garis-garis paranada. Letak tujuh titiknada tersebut tergantung pada tanda kunci.13

Not Angka dan Interval

Nomor-nomor dan suku-suku kata merupakan unsur not angka. Contoh not angka: 1(do), 2(re), 3(mi), 4(fa), 5(sol), 6(la), 7(si). Setiap not memiliki sebuah interval. Interval adalah perbedaan tinggi (jarak) antara nada yang satu dengan yang lain. Jarak interval yang dipakai adalah setengah, jarak penuh, jarak satu setengah dan lain-lainnya. Jarak tangga nada mayor adalah 1 1 ½ 1 1 1 ½.14

Pengetahuan Awal Seorang Dirigen

Sebelum melanjutkan ke tahap yang lebih lanjut maka seorang dirigen harus memiliki pengetahuan awal tentang dirigen. Untuk itu pada bagian ini akan dijelaskan beberapa hal yang perlu diketahui oleh pembaca. Agar lebih jelas maka akan diuraikan dengan beberapa bagian berikut. Yang terdiri dari empat bagian yaitu pentingnya aba-aba, pengetahuan tentang birama, sikap badan, pengetahuan pembagian suara-suara.

Pentingnya Aba-aba

Selain untuk memperlihatkan irama sebagai dasar dari musik, aba-aba juga dapat mengingatkan kembali ekspresi ungkapan teks, intonasi dan lain-lain hal yang sudah diterangkan dengan kata-kata.
Aba-aba harus jelas dan sederhana merupakan tuntutan pertama. Aba-aba yang memuat sebanyak mungkin petunjuk tetapi yang dipakai hanya sejauh yang diperlukan. Maka dari itu dasar yang penting bagi dirigen adalah latihan memberi aba-aba. Aba-aba yang salah dapat mengacaukan apa yang telah dipelajari dan dilatih selama ini.15

Pengetahuan Tentang Birama

Dalam sebuah lagu, kita selalu menemukan adanya pertentangan bunyi antara bagian yang berat dengan bagian yang ringan. Pertentangan tersebut akan terjadi terus menerus dan ini dinamakan sebagai irama atau ritme. Sebuah lagu akan ada waktu tertentu. Waktu yang diperlukan itu akan terbagi dalam bagian yang sama. Irama yang lengkap dimiliki setiap bagian pendek-pendek, yang artinya memiliki bagian yang berat dan bagian yang ringan. Bagian pendek ini disebut birama. Tiap-tiap birama dibatasi oleh dua buah garis vertikal.16

Sikap Badan

Sikap gerakan badan dan sikap dari seorang dirigen harus dapat menggerakkan penyanyi untuk mengekspresikan musiknya dalam gerakan tarian. Bersikap relaks adalah syarat agar musik dapat diekspresikan ke dalam badan. Dengan relaks maka semua ketegangan yang menghambat akan dapat dihindari. Tercapainya suatu puncak ekspresi harus dimulai dengan ringan, kendur dan kemudian semakin tegang hingga mencapai puncak. Dalam latihan kadang-kadang badan harus dikendurkan. Sikap yang salah apabila kaki maju sedikit dengan kedua kaki diikutsertakan sehingga badan menjadi tidak seimbang.17

Pengetahuan Pembagian Suara-suara

Dalam paduan suara biasanya dibagi menjadi beberapa suara yang terdiri atas suara pria, suara anak-anak dan suara wanita. Untuk suara pria dibagi menjadi 3 yaitu tenor, bariton dan bass. Sedangkan untuk suara wanita di bagi menjadi 3 yaitu sopran, mezosopran dan alto. Suara tinggi pria adalah tenor dan untuk wanita adalah sopran. Suara sedang pria adalah bariton dan untuk wanita adalah mezosopran. Suara rendah untuk pria adalah bass dan untuk wanita adalah alto. Suara anak-anak terbagi menjadi 2 yaitu tinggi dan rendah.18

Aba-aba Dasar

Pada bagian ini cukup penting karena bagian ini akan menjelaskan tentang sikap dalam memulai memimpin paduan suara, cara memulai lagu dan aba-aba untuk mengakhiri lagu.

Sikap Dalam Memulai Memimpin Paduan Suara

Pimpinan seorang dirigen harus diterima dan dilaksananakan oleh semua anggota kelompoknya. Maka dari itu seorang memang harus mempunyai suatu sikap seorang pemimpin yang lebih dibanding dengan anggota lainnya. Seorang dirigen harus memiliki sikap fisik dan tutur kata yang jelas dan tegas serta berwibawa. Seorang dirigen tidak boleh menunjukkan wajah yang lesu, melainkan harus ramah dan berwajah cerah.
Gerakan badan dan anggota badan seorang dirigen haruslah leluasa. Dalam memberikan memberikan aba-aba atau isyarat tangan merupakan sarana yang utama, tetapi bukan sarana satu-satunya. Anggota yang lain seperti: mata, mulut, kepala dan badan kita juga bisa ikut berperan. Secara penggunaan, tangan kanan digunakan untuk aba-aba yang berkaitan dengan hitungan, pukulan dan birama lagu. Sedangkan tangan kiri digunakan untuk dinamik dan ekspresi lagu.19

Cara Memulai Lagu

Memulai lagu merupakan bagian yang penting dalam memberikan aba-aba dan bahkan bisa menjadi sangat penting. Maka dari itu teknik memberikan aba-aba harus dilakukan berulang-ulang secara khusus. Ada dua tahap dalam teknik memberikan aba-aba: tahap pertama adalah keadaan siap tanpa bunyi. Keadaan siap tanpa bunyi ditunjukkan oleh dirigen dengan mengangkat kedua tangannya ke atas. Keadaan siap ini harus dilihat oleh semua penyanyi. Suasana saat ini adalah sangat sepi dan bahkan sampai menegangkan. Dirigen banyak sedikit dalam tahap ini akan mempengaruhi kesiapan dirigen. Tetapi bagi seorang dirigen yang berpengalaman ini bukanlah suatu masalah. Tahap kedua adalah bagian pengantar termasuk mendengarkan intro. Contoh: pitch, tempo, dinamik dan sifat lagu yang akan dibawakan nanti akan ditunjukkan pada tahap ini. Ada kebiasaan keliru yang sering dilakukan dalam memberikan aba-aba yaitu memberi pukulan awal tiga hitungan untuk semua lagu. Ini menyebabkan gerakan tangan ke bawah jatuh pada hitungan ringan sehingga birama kurang pas.20

Aba-aba Mengakhiri Lagu

Tidak kalah penting dengan saat-saat menyanyi adalah mengakhiri sebuah lagu. Tetapi gerakan tangan untuk mengakhiri lagu tidak sesulit memulainya. Meskipun tidak terlalu sulit, yang penting semua penyanyi harus dapat berhenti secara serempak dan memberikan kesan akhir yang sebaik-baiknya.21
Seorang dirigen dalam mengakhiri sebuah lagu juga bisa dilakukan dengan menahan tangan seberapa ketuk lagu kemudian menutup lagu. Gerakan tangan dirigen juga harus dapat dimengerti melalui gerakan dinamika lagu. Tangan yang lebih terbuka untuk menguatkan volume lagu, sebaliknya tangan yang sedikit menutup untuk mengecilkan volume lagu.22
Memberikan suatu gerakan ekor setelah habisnya durasi nada terakhir merupakan cara terbaik dalam menghentikan nada terakhir. Contoh: misalnya jika nada terakhir tiga hitungan, maka setelah tiga hitungan buatlah ekor tersebut. Gerakan ekor harus dibedakan dengan gerakan yang lain karena ini cukup penting. Berikut adalah keistimewaan gerakan ekor: Keistimewaan yang pertama adalah cukup dilakukan dengan telapak tangan dan jari-jari, tanpa ikut sertanya lengan dan siku. Keistimewaan yang kedua adalah harus terlihat jelas oleh semua penyanyi, sehingga harus sedikit mengangkat.23

Seorang Dirigen Harus Mengetahui Cara Bernapas yang Baik

Bernapas merupakan irama yang sangat alamiah dalam kehidupan manusia. Suasana yang dikehendaki dari suatu nyanyian dapat diciptakan melalui pernapasan. Jadi, pernapasan tidak hanya menciptakan suara. Dalam pernapasan ada tiga cara bernapas yaitu pernapasan bahu, pernapasan dada, pernapasan diafragma.

Pernapasan Bahu

Pernapasan bahu merupakan pernapasan dengan pengambilan napas yang sangat dangkal, sehingga tidak tahan lama. Pernapasan bahu ini menyebabkan sikap tubuh menjadi tidak indah. Hal yang membuat sikap tubuh menjadi tidak indah adalah pada saat mengambil napas mengembangkan bagian atas paru-paru, sehingga mendesak bahu menjadi terangkat.24

Pernapasan Dada

Jika penyanyi menggunakan pernapasan dada maka penyanyi itu akan kehabisan napas. Mengapa dikatakan akan cepat habis napas? Karena cara bernapas seperti ini menggunakan paru-paru dan paru-paru tidak bisa menahan napas yang lama. Selain napas yang tidak bisa tahan lama, suara yang dihasilkan kurang stabil.25

Pernapasan Diafragma

Diantara ketiga pernapasan, pernapasan diafragma merupakan pernapasan yang paling bagus untuk bernyanyi. Tetapi tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Banyak orang yang mencoba bernapas dengan diafragma tetapi diafragmanya hampir tidak bergerak dan paru-paru tidak diisi dengan secukupnya sehingga napasnya menjadi pendek dan dangkal.26

DAFTAR PUSTAKA
Echols, John M. dan Hasaan Shadily. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT Gramedia, 2005.
Krauter, Tom. Kunci Keberhasilan Pemimpin Pujian dan Musik. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2001.
Manullang, Kadir. “Memimpin Paduan Suara.” Http://kmk-pkm-utama.blogspot.com. Diakses pada tanggal 9 April 2010.
Miller, Hugh M. Introduction to Music a Guide to Good Listening: Pengantar Apresiasi Musik. Diterjemahkan oleh Triyono Bramantyo PS. T.k.: t.p., t.t.
Redaksi LLB. Pengetahuan Dasar Musik Gereja. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1968.
SJ., Karl Edmund Prier. Menjadi Dirigen I. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 1990.
Soeharto, M., Sudarharsono dan Dasril Ariel, Pelajaran Seni Musik untuk SMTP. Jakarta: PT Gramedia, 1987.
Soekamto, S. “Unsur Teknik Vokal.” Http://cepspenza.blogspotcom/2007/06/seni-adalah-ungkapan-perasaan-seseorang.html. Diakses pada tanggal 9 April 2010.
Sukohardi, Al. Teori Musik Umum. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 1990.
Tim Pusat Musik Liturgi. Menjadi Dirigen II. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi, 1992.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar